Thursday, December 10, 2015

Hari Keempat

Kelas: Ld32
Dosen: Simon Mangatur Tampubolon, S.Th., S.Pdk., M.A.
Waktu : Senin, 7 Desember 2015
Pukul : 08:00-08:45
Lokasi : SMP Emerald
Jumlah siswa/ peseta : 8 orang
Hadir :
Ketua  
1. Permata Adinda

Anggota

  1. Farah Febriani
  2. Stephanie
  3. Safira Anjani
  4. Muhammad Rizky Masrial
  5. Shaira Ganda
  6. Ahmad Aga Firdaus
  7. Vemby Radianto

Hari ini kami kembali lagi ke SMP Emerald untuk melakukan penyuluhan " autism is not a joke" hari keempat. Kebetulan kelas di SMP ini hari ini kebanyakan ada mantan pengidap autis dan pengidap autis. dan ada beberapa yang normal. Namun, kelas kali ini terlihat lebih sedikit. Kemudian kita menjelaskan tentang bullying terlebih dahulu. Selanjutnya kita menjelaskan apa ciri-ciri autis tersebut tanpa menyakiti hati anak yang autis tersebut. Kita tidak lupa mengajak anak yang normal di kelas tersebut untuk saling menghargai satu sama lain. Bahwa, kita hidup di dunia itu tidak bisa memilih kita normal atau autis. Kita menyadarkan mereka bawah kita hanya bisa menghargai apa pemberian Tuhan yang Maha Esa. Kita yang normal sangat harus bersyukur kepada Tuhan untuk tidak merasa kekurangan dengan menjadikan bercandaan atas nama autis. Betapa sakitnya, anak-anak atau orang yang memiliki saudara autis ketika mendengar pembicaraan candaankita. Selayaknya kita hidup di dunia harus mengashi dan menghormati. Sampai pada tiba waktunya penghujung acara penyuluhan ini. Kami berpamitan dan tidak lupa memberikan sticker yang telah kita buat untuk pada siswa. Dan selesailah penyuluhan Teach For Indonesia kami. Semoga ini semua bermanfaat bagi orang yang mendengarkan penyuluhan "Autism is not a joke". Terimakasih. 








Permata Adinda -membuat sticker dan mengawasi penyuluhan serta memberikan arahan bagi anggota lain
Farah Febriani - membantu memberikan penyuluhan dan membuat presentasi autism is not a joke
Stephanie - membantu membuat presentasi dan menyuluhkan secara baik ke siswa-siswi SMP
Safira Anjani - membantu menyuluhkan serta membagikan sticker.
Muhammad Rizky Masrial -mendokumantasikan setiap penyuluhan serta membatu memberikan transport
Shaira Ganda - membatu membagikan sticker serta membatu memberikan penyuluhan dan memberikan transport
Ahmad Aga Firdaus - membantu memberikan penyuluhan secara baik dan benar.
Vemby Radianto - membantu memberikan penyuluhan secara baik dan benar.

Hari Ketiga



Kelas: Ld32
Dosen: Simon Mangatur Tampubolon, S.Th., S.Pdk., M.A.
Waktu : Senin,  2015
Pukul : 08:00-08:45
Lokasi : SMP Emerald
Jumlah siswa/ peseta : 8 orang
Hadir :
Ketua  
1. Permata Adinda

Anggota

  1. Farah Febriani
  2. Stephanie
  3. Safira Anjani
  4. Muhammad Rizky Masrial
  5. Shaira Ganda
  6. Ahmad Aga Firdaus
  7. Vemby Radianto

Kami datang sekitar jam 8 kurang untuk bersiap-siap memberikan penyuluhan "autism is not a joke"  hari ketiga. Hari ketiga ini kami memberikan penyuluhan di SMP Emerald. Kami diantar ke kelas dekat lobby tersebut. Kemudian kami menyiap kan presentasi yang akan kami berikan. SMP Emerald adalah smp yang mempunyai murid yang sedikit di setiap kelas. Kemudian kami memberikan penyuluhan tentang bullying terlebih dahulu seperti hari-hari sebelumnya. Selanjutnya, kami memberikan penyuluhan apakah autis itu. Kami juga bertanya kepada anak-anak emerald apakah mereka pernah mengganggu anak autis atau orang lain. Kemudian kita juga memberikan pertanyaan apakah kata-kata autis sering mereka gunakan untuk bercandaan atau tidak. Dan karena anak Emerald memang anak-anak yang baik, mereka sepertinya anak yang tidak pernah membully orang lain. Selanjutnya kami mengingatkan lagi bahwa menggunakam kata-kata autis itu ada lah perbuatan tercela. Tidak lupa kami memberikan sticker "autism is not a joke". Dan kami berpamitan kepada guru-guru dan kepala sekolah SMP Emerald.





Permata Adinda -membuat sticker dan mengawasi penyuluhan serta memberikan arahan bagi anggota lain
Farah Febriani - membantu memberikan penyuluhan dan membuat presentasi autism is not a joke
Stephanie - membantu membuat presentasi dan menyuluhkan secara baik ke siswa-siswi SMP
Safira Anjani - membantu menyuluhkan serta membagikan sticker.
Muhammad Rizky Masrial -mendokumantasikan setiap penyuluhan serta membatu memberikan transport
Shaira Ganda - membatu membagikan sticker serta membatu memberikan penyuluhan dan memberikan transport
Ahmad Aga Firdaus - membantu memberikan penyuluhan secara baik dan benar.
Vemby Radianto - membantu memberikan penyuluhan secara baik dan benar.

Tuesday, December 8, 2015

Hari Kedua.

Kelas: Ld32
Dosen: Simon Mangatur Tampubolon, S.Th., S.Pdk., M.A.
Waktu : Kamis, 2 November 2015
Pukul : 09:00-09:45
Lokasi : SMP Dewi Sartika
Jumlah siswa/ peseta : 8 orang
Hadir :
Ketua  
1. Permata Adinda

Anggota

  1. Farah Febriani
  2. Stephanie
  3. Safira Anjani
  4. Muhammad Rizky Masrial
  5. Shaira Ganda
  6. Ahmad Aga Firdaus
  7. Vemby Radianto

Saya dan kelompok character building agama ku pergi ke SMP Dewi Sartika untuk kedua kalinya. Kali ini kami ke kelas IX B. Kami seperti kemarin meminta izin untuk masuk ke kelas yang ingin kita masuki terlebih dahulu. Selanjutnya, kami masuk dan pertama-tama memberikan definisi apakah autis itu. Kemudian, apa bullying itu. Kami menasihati mereka bahwa kata autis tidak layak untuk dijadikan lelucon. Respon dari mereka baik dan berjanji untuk tidak melakukan perbuatan tersebut lagi. Selanjutnya kami membagikan souvenir yaitu sticker "autism is not a joke".Terakhir kita mengucapkan terima kasih dan berpamitan kepada guru SMP Dewi Sartika. Tidak lupa kita memberikan sticker "Autis is not a joke." 










Hari Pertama.

Kelas: Ld32
Dosen: Simon Mangatur Tampubolon, S.Th., S.Pdk., M.A.
Waktu : Kamis, 29 oktober 2015
Pukul : 08:00-08:45
Lokasi : SMP Dewi Sartika
Jumlah siswa/ peseta : 8 orang
Hadir :

Ketua

       1. Permata Adinda

Anggota  

  1. Farah Febriani
  2. Stephanie
  3. Safira Anjani
  4. Muhammad Rizky Masrial
  5. Shaira Ganda
  6. Ahmad Aga Firdaus
  7. Vemby Radianto
Anggota yang tidak hadir :

                 Saya  dan teman sekelompok Character building agama mencoba ke suatu sekolah di daerah kebayoran yaitu SMP Dewi Sartika untuk memberi penyuluhan "Autism is not a joke" tepatnya di kelas IX A. Pertama-tama kami meminta izin kepada guru yang ada di ruang guru SMP tersebut pada waktu itu. Kebetulan kelompok kita datang pagi yaitu sekitar jam 8 dan segera dapat masuk untuk melakukan sosialiasi tersebut. Selanjutnya kami masuk kelas tersebut, awalnya kami bertanya siapa diantara mereka yang pernah memakai kata autis untuk bercandaan. Ternyata respon anak SMP Dewi sartika itu adaalah main salah-salahan dan tidak mengakuinya. Yang ketiga kita memberikan penyuluhan apakah autis itu dan apa definisi bullying itu yang biasa kita tanpa sadar melakukannya. Yang keempat kita memberikan penjelaskan bahwa orang autis sangat merasa sedih mendengar kata-kata autis tersebut malah di jadikan becandaan untuk orang yang normal. Kemudian kita memberitahu contoh-contoh tokoh yang terkena autis namun bisa lebih berhasil daripada yang normal. Terakhir kita memberikan kesimpulan dan mewanti-wanti lagi mereka untuk tidak membuat jokes dari kata autis lagi.  Dan kita semua mendapat pelajaran berharga tentang ilmu psikologis dan tentang autisme.
Kami memberi penyuluhan ini agar anak-anak SMP pada umumnya masih menganggap autisme adalah bahan candaan yang seharusnya tidak menjadi bahan candaan.
Kami memberitahu penyebab autisme, sifat anak autisme, dan cara berbaur atau bermain dengan mereka karena autisme itu tidaklah salah.
Pada akhirnya anak-anak tersebut mengerti dan tidak akan bercanda dengan kata autisme.
Lalu, kita membagikan stiker-stiker yg berkatakan "Autism is not a joke."
semoga dengan ini mereka bisa berhenti menggunakan autis sebagai bahan lelucon.







Permata Adinda -membuat sticker dan mengawasi penyuluhan serta memberikan arahan bagi anggota lain
Farah Febriani - membantu memberikan penyuluhan dan membuat presentasi autism is not a joke
Stephanie - membantu membuat presentasi dan menyuluhkan secara baik ke siswa-siswi SMP
Safira Anjani - membantu menyuluhkan serta membagikan sticker.
Muhammad Rizky Masrial -mendokumantasikan setiap penyuluhan serta membatu memberikan transport
Shaira Ganda - membatu membagikan sticker serta membatu memberikan penyuluhan dan memberikan transport
Ahmad Aga Firdaus - membantu memberikan penyuluhan secara baik dan benar.
Vemby Radianto - membantu memberikan penyuluhan secara baik dan benar.

Wednesday, November 4, 2015

PENYULUHAN HARI KE 2: PERMATA ADINDA - 1801437174

Senin, 2 November 2015, Aku dan kelompok character building agama ku pergi ke SMP Dewi Sartika untuk kedua kalinya. Kami seperti kemarin meminta izin untuk masuk ke kelas yang ingin kita masuki terlebih dahulu. Selanjutnya, kami masuk dan pertama-tama memberikan definisi apakah autis itu. Kemudian, apa bullying itu. Kami menasihati mereka bahwa kata autis tidak layak untuk dijadikan lelucon. Respon dari mereka baik dan berjanji untuk tidak melakukan perbuatan tersebut lagi. Selanjutnya kami membagikan souvenir yaitu sticker "autism is not a joke".Terakhir kita mengucapkan terima kasih dan berpamitan kepada guru SMP Dewi Sartika.

Tuesday, November 3, 2015

DOKUMENTASI HARI KE 2: PENYULUHAN - AUTISM IS NOT A JOKE



SENIN, 2 NOVEMBER 2015
SMP DEWI SARTIKA
KELAS IX B
DOKUMENTASI KELOMPOK KAMI SAAT MEMBERIKAN PENYULUHAN KE KELAS IX SMP DEWI SARTIKA

MURID-MURID KELAS IX B

STIKER YANG KAMI BUAT DAN KAMI BAGIKAN KE ANAK MURID KELAS IX B




SAAT MEMBAGIKAN STIKER

Saturday, October 31, 2015

PENYULUHAN 1: PERMATA ADINDA - 1801437174

Kamis tanggal 29 Oktober 2015, aku dan teman sekelompok Character building agama mencoba ke suatu sekolah di daerah kebayoran yaitu SMP Dewi Sartika untuk memberi penyuluhan "Autism is not a joke". Pertama-tama kami meminta izin kepada guru yang ada di ruang guru SMP tersebut pada waktu itu. Kebetulan kelompok kita datang pagi yaitu sekitar jam 8 dan segera dapat masuk untuk melakukan sosialiasi tersebut. Selanjutnya kami masuk kelas tersebut, awalnya kami bertanya siapa diantara mereka yang pernah memakai kata autis untuk bercandaan. Ternyata respon anak SMP Dewi sartika itu adaalah main salah-salahan dan tidak mengakuinya. Yang ketiga kita memberikan penyuluhan apakah autis itu dan apa definisi bullying itu yang biasa kita tanpa sadar melakukannya. Yang keempat kita memberikan penjelaskan bahwa orang autis sangat merasa sedih mendengar kata-kata autis tersebut malah di jadikan becandaan untuk orang yang normal. Kemudian kita memberitahu contoh-contoh tokoh yang terkena autis namun bisa lebih berhasil daripada yang normal. Terakhir kita memberikan kesimpulan dan mewanti-wanti lagi mereka untuk tidak membuat jokes dari kata autis lagi. Akhirnya kami mengucapkan terima kasih dan kembali untuk berpamitan ke guru yang sudah mengizinkan kami masuk ke sekolahnya.